Total Tayangan Laman

Jumat, Maret 11, 2011

alpakan semua

hari ini lumayan amusingin,,,,,
mulai dari kuliah RPL dibatalkan tiba-tiba, trus berujung kepada mahasiswa kelas terampu gak ada yang datang, walhasil akhirnya dialpakan smua mahasiswanya. Kurang tahu juga apa ini salah komunikasi atau memang ada oknum mahasiswa yang tidak ngasi tahu temannya atau apalah namanya.

Mungkin jika dulu2, saya akan lebih toleran ke mahasiswa. Masuk jam berapapun tetap saya presensi, kemudian izin via sms saja, kadang mereka nyontek ketahuan saat quiz pun masih saya tolerir, walaupun dalam hati saya bilang, "kalo nyontek cerdas dikit napa????"
Tapi untuk semester ini dan ke depannya sepertinya saya harus putar haluan 180'. Hufft....
Tindakan saya ini bukanlah tanpa dasar, atau mungkin kalo kata teman2 mau ngejahilin mahasiswa, sok killer atau apapun. Namun itu lebih untuk mereka, agar mahasiswa itu bisa lebih serius dalam menjalani proses perkuliahan ini. Karena setelah beberapa kali saya teliti, kerjaan mereka selain kuliah juga kebanyakan hanya ngegame, hangout, dan kerjaan lain yang menurut saya lebih membuang uang. Kalo untuk makan sih gak apa2, tapi ampuuunnn kalo pake embel2 lainlah.
Selain itu, lingkungan yang akan mereka hadapi pasca kampus nanti bukanlah lingkungan yang sebersahabat pasca kampus di kampus lain. Toh mereka mahasiswa poltek, dapatnya pendidikan vokasi, jadi nanti ujung2nya menjadi karyawan (tenaga teknis) dan cenderung akan sering ditekan oleh pihak2 atasan ataupun user yang menjadi client mereka. Nah, kalau mereka tidak terbiasa untuk berdisiplin terhadap hal2 sepele, maka hal2 besarpun akan disepelekan lama kelamaan.
Maka dari itu, saya pun berpikir, bahwa kuliah yang saya ampu bukanlah untuk menunjukkan bahwa saya itu orangnya baik hati atau apalah namanya karena memang dari dulu saya kurang suka dibilang baik (apalagi kalo itu sekedar bluffing). Namun yang terpenting ketika saya mengampu adalah siapa2 yang saya ampu mereka membawa pulang sesuatu yang sangat berharga, walaupun mungkin sekarang mereka tidak mengerti, namun suatu saat nanti harapan saya mereka bisa mengambil hikmah dari tindakan2 tegas yang pernah mereka dapatkan.
Semoga.....

Tidak ada komentar: